Teknik Dasar Deteksi & Investigasi Fraud
Advanced Tools & Investigative Skills
Terakreditasi BNSP
International Standard for Anti-Fraud Professionals
(Audit Fundamentals for New Internal Auditors)
(Practical Audit Planning & Documentation)
(Effective Audit Reporting & Review Techniques)
(Audit Communication & Stakeholder Engagement)
(Risk Management Essentials - ISO 31000 Framework)
(Risk-Based Internal Audit/RBIA Implementation)
Bagi Dewan Komisaris,Direksi, Manajemen, dan Pihak Utama Pengelola Perusahaan Sektor Jasa Keuangan.
Menerjemahkan Strategi Anti-Fraud ke Aksi Nyata: Panduan Operasional untuk Penggerak Integritas Perusahaan bagi Manajer Lapis Kedua, Pelaksana Unit Anti-Fraud, Pengawasan Internal, Manajemen Risiko, Unit Kepatuhan dan Unit Pendukung Lainnya
(Internal Fraud Investigation)
(Leadership & Governance for Integrity)
(Designing & Implementing an Anti-Fraud Strategy)
(Measuring Anti-Fraud Program Effectiveness)
(Integrated Risk, Audit & Compliance Framework)
(The Trusted Advisor Role of Internal Audit)
(Leadership & Governance for Integrity)
(Psychology & Audit Communication Technique)
(Behavioral Detection & Investigative Interviewing)
(Networking & Influence Skills for Integrity Professionals)
Kami memfasilitasi perancangan program pelatihan bagi Instansi/ perusahaan klien (In-House Training) dan mengaplikasikannya dalam bentuk pelatihan, workshop dan/atau konsultansi sesuai dengan bidang keahlian LPFA mencakup
Memfasilitasi jasa konsultansi terkait aspek-aspek:
Perkembangan teknologi berdampak signifikan terhadap semua lini kehidupan, tak terkecuali dalam melakukan Audit Investigasi. Berbagai jenis fraud yang terjadi dewasa ini hampir semua melibatkan teknologi, baik teknologi sebagai sasaran fraud seperti akses illegal atas suatu sistem, kegagalan teknologi karena serangan atau manipulasi data dan sistem, ataupun teknologi sebagai alat bantu fraud seperti korupsi, penyalahgunaan asset, manipulasi laporan keuangan, pencucian uang, penggelapan pajak, pencurian data atau kartu kredit, dan berbagai bentuk fraud lainnya.
Fraud yang terjadi akan meninggalkan jejak dalam bentuk data yang tersimpan atau berada pada perangkat elektronik seperti komputer, handphone, cloud, dan lain sebagainya. Jejak dalam bentuk data tersebut berupa berbagai jenis file seperti office file (doc, excel, ppt, dst.), log file (server, website, aplikasi, dst.), database file (oracle, firebird, mssql, mysql, dst.), file gambar (jpg, png, dst.) file video (mp4, mkv, dst), dan sebagainya.
Oleh karena karakter suatu file yang mudah sekali berubah/diubah, rusak, atau hilang tanpa penanganan yang tepat, maka dalam proses perolehan sampai dengan analisis atas file tersebut harus dilakukan dengan prosedur dan teknik yang khusus, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan secara optimal serta dapat dipertanggungjawabkan untuk pengambilan keputusan atas kasus fraud yang terjadi.
Audit Investigasi yang didukung dengan prosedur dan teknik yang khusus ini, selain mampu memulihkan data elektronik yang sudah terhapus dan tersembunyi, juga dapat memberikan petunjuk atau bukti yang kuat terkait modus, pelaku, dan/ataupun waktu suatu fraud terjadi sehingga kegiatan Audit Investigasi menjadi lebih efektif.
Meningkatkan kompetensi peserta dalam mengelola, menganalisis, dan menyajikan bukti digital untuk investigasi fraud.
Peserta yang ingin menguasai fraud analytics tools, teknik analisa data transaksi besar untuk mendeteksi anomali, serta prosedur handling digital evidence sesuai prinsip forensik.
Para praktisi yang berpengalaman, sebagian besar adalah pemegang sertifikasi Certified Fraud Examiner (CFE) dan Certified Forensic Auditor (CFrA).
Workshop dilaksanakan selama 2 hari (20 jam pelatihan) – 16 CPE
Biaya Investasi Kelas Offline : Rp. 4.440.000 (empat juta empat ratus empat puluh ribu rupiah)*
Biaya Investasi Kelas Online : Rp. 2.220.000 (dua juta dua ratus dua puluh ribu rupiah)*
*Sudah termasuk PPN
Hubungi Kami
Lembaga Pengembangan Fraud Auditing